02 Agustus 2009

Menghitung Selamatan(Slametan) Orang Meninggal

Salah satu budaya Jawa adalah selamatan orang meninggal. Mereka biasa menyebut dengan Slametan. Jika ada orang yang meninggal dunia, maka mereka akan mengadakan selamatan, yang inti dari selamatan itu adalah mendo’akan orang yang sudah meninggal. Biasanya dilakukan dengan do’a bersama dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an, dan do’a-do’a yang lain.
Selamatan yang biasa dilakukan oleh orang Jawa adalah :
• 1-7 hari (telung dina, pitong dina)
• 40 hari (matangpuluh dina)
• 100 hari (nyatus dina)
• Mendhak 1
• Mendhak 2
• 1000 hari (nyewu)
Orang Jawa mempunyai rumus tersendiri dalam menghitung selamatan. Salah satunya dengan memanfaatkan Hari dan pasaran. Hari adalah Senin,Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at , Sabtu dan Minggu. Sedangkan pasaran adalah Pon, wage, Kliwon, Manis (Legi) dan Pahing. Mereka mengkombinasikan hari dan pasaran tersebut sehingga menemukan kapan hari selamatan tersebut. Mereka mempunyai rumus tersendiri dalam menghitung selamatan tersebut.
Orang Jawa begitu familiar dengan penghitungan selamatan seperti itu. Karena mereka sudah mempunyai rumus dalam menghitung selamatan orang meninggal, maka merekapun akan dengan mudah menentukan hari apa harus melakukan selamatan tersebut. Misal jika orang meninggal pada hari Jum’at Kliwon, maka selamatannya adalah :
• 3 hari = Minggu Pahing
• 7 hari = Kamis Legi
• 40 hari = Selasa Wage
• 100 hari = Sabtu Wage
• Mendhak 1 = Senin Pon
• Mendhak 2 = Sabtu Pon
• 1000 hari = Rabu wage

0 komentar: